Senin, 11 Juli 2011

PERSEBARAN FAUNA DI INDONESIA( The Spread of Fauna di Indonesia )

Persebaran Fauna di Indonesia ( The Spread of Fauna di Indonesia )
Fauna di Indonesia mencerminkan posisinya di antara Benua Asia (Oriental) dan Benua Australia (Autralian)
Secara geologis, kepulauan Indonesia terbagi atas tiga wilayah, yaitu bagian barat yang menyatu dengan benua Asia disebut landas kontinen Sunda (Paparan Sunda), bagian tengah disebut wilayah peralihan, sedangkan bagian timur Indonesia menyatu dengan Benua Australia disebut landas kontinen Sahul atau paparan Sahul.
Di antara landas kontinen Sunda dengan wilayah peralihan terdapat batas fauna dan flora Asia yang disebut garis Wallace.
Sedangkan antara wilayah peralihan dengan landas kontinen Sahul terdapat batas fauna dan flora Australia yang di sebut garis Weber.
1)Garis Wallace adalah garis khayalyang membatasi jenis fauna dan flora Asiatis dengan jenis fauna dan flora peralihan.
2Garis Weber adalah garis khayalyang membatasi fauna dan flora peralihan dengan jenis fauna dan flora Australis.
Wilayah Indonesia sebenarnya merupakan tempat pertemuan antara kawasan oriental yang kaya akan hewan mamalia, sehingga kawasan Australia yang miskin akan hewan mamalia, sehingga Alfred Russel Wallacea berhasil menarik garis pada peta sedemikian rupa, sehingga memisahkan kelompok kedua jenis wilayah fauna dan flora.
Kedua Landasan Kontinen ini terjadi pada akhir masa pleistosin. Pada masa itu, terjadi perubahan permukaan air laut di seluruh dunia, karena mencairnya lapisan es dan gletser. Permukaan laut naik kira – kira 150 meter. Akibatnya di Indonesia Barat, (paparan Sunda) tenggelam dan hanya bagian – bagian yang tinggi dari lipatan pegunungan yang tertinggal sebagai kepiulauan. Yang sekarang bisa dilihat adalah landas kontinen yang berbatasan dengan bagian Malaysia, Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Jawa Utara. Di bagian timur, (paparan Sahul) juga tenggelam.
Papua terpisah dari Australia dan terbentuklah Laut Arafuru. Daerah – daerah yang tinggi membentuk pulau- pulau seperti Kepulauan Aru dan daerah kepala burung Papua.
Penyebaran binatang tiap daerah di Indonesia tidak sama, ini berhubungan erat dengan zaman Fluvial. Karena Sunda Shelf dan Sahul Shelf masih merupakan daratan, sehingga binatang bebas berpindah.
Faktor – faktor yang mempengaruhi penyebaranbinatang :
1)Perbedaan jenis tumbuhan, ini erat hubungannya dengan jenis bnatang. Seperti binatang yang hidup di hutan rimba berbeda dengan yang hidup di padang rumput.
2)Perbedaan jenis permukaan bumi, contoh : binatang – binatang yang terbang dan yang hidup di air lebih lincah dan luas daya geraknya daripada yang hidup di daratan.
3)Pengaruh alam, contoh ; binatang menyusui di darat ditentukan oleh pengaruh alam, yaitu karena adanya rintangan dan hubungan dengan darat.
1)Wilayah Fauna Indonesia Barat ( Fauna Region of West part of Indonesia )
Wilayah fauna Indonesia Barat meliputi Pulau Sumatera, Pulau Bali, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan serta pulau – pulau kecil disekitarnya. Region fauna Indonesia Barat sering isebut Wilayah Fauna Tanah Sunda. Wilayah fauna Indonesia Tengah dengan Wilayah Paparan Sunda dibatasi oleh garis Wallace.
Berikut adalah jenis fauna wilayah Indonesia Barat.
(a)Mamalia, terdiri atas: gajah, badak bercula satu, rusa, banteng, kerbau, monyet, orang utan, macan, tikus, bajing, beruang, kijang, ajag, kekelawar, landak, babi hutan, kancil dan kukang.
(b)Reptil, terdiri atas : buaya, kura – kura, kadal, ular, tokek, biawak,bunglon, dan trenggiling.
(c)Burung terdiri atas : burubg hantu, elang, jalak, merak, kutilang, dan berbagai macam unggas.
(d)Berbagai macam serangga (insekta).
(e)Berbagai macam ikan air tawar dan pesut, yaitu sejenis lumba- lumba dari sungai Mahakam.
2)Wilayah Fauna Indonesia Tengah (Wilayah Wallace) ( Fauna Region in Central of Indonesia )
Wilayah fauna Indonesia Tengah sering disebut wilayah fauna Wallace (peralihan).region ini terdiri dari Pulau Sulawesi dan kepulauan sekitarnya, Kepulauan Maluku. Jenis fauna Wilayah Wallace, antara lain:
(a)Mamalia, terdiri atas : anoa, babi, rusa, ikan, duyung, kuskus, monyet hitam, beruang, tarsius, monyet, seba, kuda, sapi, dan banteng;
(b)Reptil, terdiri atas : biawak, komodo, kura – kura, buaya, ular, dan boa – boa;
(c)Amphibia, terdiri atas:katak pohon, katak terbang, dan katak air;
(d)Berbagai macam burung antara lain : burung dewata, maleo mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakaktua, nuri, merpati, dan angsa.
3)Wilayah Fauna Indonesia Bagian Timur( fauna Region of East Part Of Indonesia )
Wilayah fauna Indonesia Timur atau wilayah fauna paparan Sahulmeliputi wilayah Papua (Irian Jaya) dan pulau – pulau yang ada di sekitarnya. Fauna Indonesia timur meliputijenis hewan berikut.
(a)Mamalia, terdiri atas : kanguru, walaby, beruang, nokdiak (landak Irian), oposum layang, pemanjat berkantung), kuskus, kanuru pohon, dan kekelawar.
(b)Reptilia, terdiri atas :buaya, biawak, ular, kadal, dan kura – kura.
(c)Amphibia, terdiri atas : katak pohon, katak terbang dan katak air.
(d)Burung, terdiri atas : nuri, raja udang, cendrawasih, kasuari, dan mandar.
(e)Berbagai jenis ikan.
(f)Berbagai macam serangga.
Wilayah fauna Indonesia bagian timur dengan wilayah fauna Kepulauan Wallace dibatasi oleh Garis Weber.
4)Para Peneliti Fauna di Indonesia ( Researcher Of Fauna di Indonesia)
Sejak permulaan abad ke-19 telah diketahui perbedaan binatang tipe Asiatis dan Australis, para peneliti yang meneliti binatang Indonesia antara lain sebagai berikut.
(a)Alfred Russel Wallacea
Ilmuwan dan ahli geologi berkebangsaan Inggris ini menyelidiki binatang Indonesia tahun 1854-1862. Kemudian dia menarik garis dari Selat Lombok, Selat Makasar, Laut Mindanau sampai ke Taiwan, yang disebut Garis Wallacea. Kemudian, garis ini diubah oleh Meril Deckerson, sedang bagian timur oleh Max Weber.
(b)Max Weber
Ia seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman yang menyelidiki ikan air tawar di Indonesia antara tahun 1899-1900. Beliau membuktukan adanya jenis – jenis ikan karpe di bagian timur Sumatera dan bagian barat Kalimantan. Weber memperbaiki garis Wallacea di bagian timur, ditarik dari sebelah selatan Pulau Timor, Laut Arafuru, antara Papua dan Kepulauan Aru, antara Papua dan Pulau Seram, kemudian membelok ke timur.
(c)Zazarin and / dan Abendanon
Dua orang ilmuwan bersaudara bangsa Swiss yang menyelidiki jenis hewan di Sulawesi.
(d)Prof. Molengraf
Ilmuwan berkebangsaan Belanda inilah yang menemukan alur – alur sungai di masa lalu di dasar laut, yaitu sungai – sungai di Sumatera bagian timur dan Kalimantan bagian barat menjadi satu induk sungai. Itulah sebabnya ada kesamaan jebis air tawar yang pernah dikemukakan oleh Weber.
Pada permulaan abad ke-19 A.R. Wallacea malihat adanya perbedaan binatang tipe Asia dan Australia. Alfred Russel Wallacea juga mengetahui adanya perbedaan jenis binatang dari pulau – pulau yang berdekatan. Binatang tersebut berubah menjadi jenis binatang baru atau campuran. Wallacea dan Charles Darwin mengemukakan hal ini tahun1858 dan dikenal dengan teori evolusi.
5)Binatang Relik (Relicy)
Menurut Alfred Russel Wallacea dan Darwin, binatang lambat laun akan berubah menjadi baru atau campuran. Di samp[ping ada yang musnah sama sekali karena seleksi alam. Binatang yang kuat dan masih terus bertahan hidup disebut binatang Relik.
Beberapa binatang relik antara lain sebagai berikut.
(a)Ikan Scleropages: jenis ikan berkantung yang pertama hidup di dunia, terdapat di Sumatera, Bangka, Kalimantan, dan Papua.
(b)Ikan Heterobranchus tapei nopteru jenis ikan purba yang hanya terdapat di Kalimantan, Bangka, dan Afrika.
(c)Ikan Corateus: jenis ikan bernapas dengan paru – paru, hanya terdapat di Papua.
(d)Binatang Hantu: hidup sejak zaman tersier, anatomi tubunya mirip kera dan manusia terdapat di Sulawesi.
(e)Ori (Kukang) : sejenis binatang kera.
(f) Babi Rusa : sejenis babi dengan taring menembus bibir bagian atas terdapat di Sulawesi.
(g)Anoa : sejenis kerbau hutan terdapat di Sulawesi.
(h)Burung Kasuari : sejenis burung yang amat tinggi, tetapi tidak dapat terbang, terdapat di Papua dan Seram.
(i)Burung Megapodeus : tidak mengeram, tetapi telurnya di simpan di dalam pasir atau daun – daun yang busuk, kemudian menetas dengan sendirinya terdapat di wilayah Wallacea dan Kalimantan Utara.
(j)Kuskus : binatang seperti kera tetapi berkantung, terdapat di Sulawesi, Maluku, Timor, Sangihe dan Talaud.
(k)Komodo (varanus comodoensis : sejenis biawak raksasa, panjangnya sampai 4 m, terdapat di Pulau Komodo.
(l)Badak bercula satu : terdapat di Ujung Kulon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar